DUA DIVERSI DAMAI!

Teks foto: Fasilitator Diversi menyaksikan penandatanganan kesepakatan diversi.

Seperti pepatah Melayu berkata, Dayung Serempak Berkah Tak Terelak, begitulah di hari Jumat tanggal 7 Mei 2021 yang penuh kebaikan ini, ada dua perkara anak yang terdaftar di Pengadilan Negeri Rengat berhasil diselesaikan dengan jalan perdamaian. Jalur yang ditempuh yaitu melalui proses diversi. Proses Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, seperti yang disebutkan di dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Sebagai Fasilitator Diversi yang berhasil mendamaikan Anak dengan Korban, Wan Ferry Fadli, S.H. menerangkan dalam Undang-Undang SPPA secara substansinya telah mengatur secara tegas mengenai diversi yang dimaksudkan untuk menghindarkan anak yang berkonflik dengan hukum dari hukuman penjara. Jerih payah dalam proses diversi yang telah berjalan selama 22 hari di Ruang Mediasi Pengadilan Negeri Rengat Ini dilalui oleh Anak, Orang Tua Anak, Orang Tua Korban, Pekerja Sosial Profesional, Kuasa Hukum dan Pembimbing Kemasyarakatan dengan tujuan:

  1. Untuk menghindari anak dari penahanan;
  2. Untuk menghindari cap/label anak sebagai penjahat;
  3. Untuk mencegah pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh anak;
  4. Agar anak bertanggung jawab atas perbuatannya;
  5. Untuk melakukan intervensi-intervensi yang diperlukan bagi korban dan anak tanpa harus melalui proses formal;
  6. Menghindari anak mengikuti proses sistem peradilan;
  7. Menjauhkan anak dari pengaruh dan implikasi negatif dari proses peradilan.

Di waktu yang sama, Fasilitator Diversi Adityas Nugraha, S.H., setelah usai ikut menandatangani kesepakatan diversi berkata bahwa kesepakatan perdamaian itu memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanggung jawab langsung kepada korban dan masyarakat tanpa harus dihukumi dan dilabeli stigma negatif.


Tulis Komentar