Sidang Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan

Teks foto: Hakim sedang memeriksa pelanggar protokol kesehatan.

Dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang terus berpotensi meningkat melalui mobilitas manusia atau perjalanan orang di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, maka Pengadilan Negeri Rengat ikut berperan aktif bersama dengan Pemerintah Daerah melaksanakan operasi yustisi pelanggaran protokol kesehatan tahap ke-3 yang diselenggarakan sejak tanggal 25 Mei 2021 hingga 4 Juni 2021.

Tujuan dari operasi yustisi ini untuk menjamin kepastian hukum, memperkuat upaya dan meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) serta penegakan disiplin dan penegakan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

Regulasi yang dijadikan dasar penyelenggaraan operasi yustisi ini adalah Peraturan Daerah Propinsi Riau Nomor 4 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kesehatan. Telah disebutkan dalam Perda tersebut bahwa ketentuan pidana yang tertulis pada Pasal 44E ayat (1) menentukan pelanggar yang tidak mengenakan masker dipidana dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) hari atau denda paling banyak Rp350.000,00 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah).

Operasi Yustisi difungsikan tidak hanya untuk memberikan efek jera namun juga sebagai pembinaan kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019.


Tulis Komentar